UNITABAH
thumb
  • 26 Sep, 2026 22:10 Malam
  • Berita

Studium Generale UNITABAH: Dorong Transformasi Pendidikan Islam Berbasis Ekoteologi dan Aksi Nyata Ramah Lingkungan

Beita UNITABAH – Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) Lamongan sukses menggelar agenda Studium Generale bertajuk "Transformasi Pendidikan Islam Berbasis Ekoteologi untuk Mewujudkan Budaya Ramah Lingkungan". Kegiatan akademik ini dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Auditorium YPP TABAH dengan menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., Guru Besar dari UIN Sunan Ampel Surabaya. Agenda ini juga mendapat dukungan dari berbagai pusat studi internal kampus, salah satunya Pusat Studi Islam Pesisir (PASIR).

Dalam sambutannya, Rektor UNITABAH, Dr. Alimul Muniroh, M.Ed., menyampaikan dorongan penuh bagi seluruh sivitas akademika untuk membangun kesadaran lingkungan. "Mari kita miliki semangat untuk memulai sesuatu yang baik dari hari ini. Bersama-sama kita wujudkan budaya ramah lingkungan, dan UNITABAH sendiri telah membuktikan komitmen tersebut secara nyata melalui karya akhir para mahasiswa yang mengangkat tema Ekoteologi," ujar Dr. Alimul Muniroh, M.Ed. Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Pondok Pesantren (YPP) TABAH berpesan agar para mahasiswa menanamkan rasa cinta pada almamater dengan bekal ketawadukan di tengah masyarakat serta terus menguasai teknologi di era digital agar tidak tertinggal.

Memasuki sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag. menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan ajaran pokok dalam Islam. Beliau menjelaskan bahwa konsep Ekoteologi sejalan dengan arah kebijakan nasional yang tercermin dalam program Asta Cita, khususnya pada poin 4 dan 8. Prof. Evi juga mengkritik pola pengolahan sampah saat ini yang sering kali hanya memindahkan masalah, padahal sampah seharusnya dikelola secara bijak agar menjadi berkah. Apalagi, bau sampah terbukti 28 kali lebih berbahaya dan tidak sehat dibandingkan asap kendaraan bermotor. Sorotan khusus juga diarahkan pada problematika sanitasi pesantren seperti penyakit scabies hingga kegagalan edukasi, sehingga beliau menginisiasi model pembelajaran ekologis berbasis pesantren yang disebut Khalifah Green Behavior Model (KGB Model) dan mendorong para akademisi menghasilkan penelitian ekoteologi yang multidisipliner hingga tahap analytical report.

Suasana diskusi berlangsung interaktif saat beberapa peserta menyampaikan pertanyaan. Hanafi menanyakan problematika penanganan debu, Wardah menyampaikan kegelisahannya mengenai krisis sumber daya air di pesantren, serta Muncaca mendalami konsep Khalifah Green Behavior. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Prof. Evi menekankan pentingnya pendekatan ilmu multidisipliner dengan melibatkan ahli teknik lingkungan untuk mengatasi masalah debu, sekaligus mendorong UNITABAH untuk membentuk Pusat Studi Ekoteologi. Beliau menegaskan bahwa indikator utama seorang khalifah adalah memanfaatkan akal dan jiwanya untuk bergerak bersama memelihara bumi. Melalui gelaran Studium Generale ini, UNITABAH terus memperkokoh komitmennya sebagai The Empowerment University dalam melahirkan generasi akademisi yang berwawasan ekologis dan berorientasi pada aksi nyata



Tags :

Author

Humas UNITABAH

#1 Empowering The Society: Excellent and Prestigious.

Partners