Studium Generale UNITABAH: Dorong Transformasi Pendidikan Islam Berbasis Ekoteologi dan Aksi Nyata Ramah Lingkungan
Beita UNITABAH – Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) Lamongan sukses menggelar agenda Studium Generale bertajuk "Transformasi Pendidikan Islam Berbasis Ekoteologi untuk Mewujudkan Budaya Ramah Lingkungan"
Dalam sambutannya, Rektor UNITABAH, Dr. Alimul Muniroh, M.Ed., menyampaikan dorongan penuh bagi seluruh sivitas akademika untuk membangun kesadaran lingkungan. "Mari kita miliki semangat untuk memulai sesuatu yang baik dari hari ini. Bersama-sama kita wujudkan budaya ramah lingkungan, dan UNITABAH sendiri telah membuktikan komitmen tersebut secara nyata melalui karya akhir para mahasiswa yang mengangkat tema Ekoteologi," ujar Dr. Alimul Muniroh, M.Ed. Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Pondok Pesantren (YPP) TABAH berpesan agar para mahasiswa menanamkan rasa cinta pada almamater dengan bekal ketawadukan di tengah masyarakat serta terus menguasai teknologi di era digital agar tidak tertinggal.
Memasuki sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag. menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan ajaran pokok dalam Islam
Suasana diskusi berlangsung interaktif saat beberapa peserta menyampaikan pertanyaan. Hanafi menanyakan problematika penanganan debu, Wardah menyampaikan kegelisahannya mengenai krisis sumber daya air di pesantren, serta Muncaca mendalami konsep Khalifah Green Behavior. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Prof. Evi menekankan pentingnya pendekatan ilmu multidisipliner dengan melibatkan ahli teknik lingkungan untuk mengatasi masalah debu, sekaligus mendorong UNITABAH untuk membentuk Pusat Studi Ekoteologi. Beliau menegaskan bahwa indikator utama seorang khalifah adalah memanfaatkan akal dan jiwanya untuk bergerak bersama memelihara bumi. Melalui gelaran Studium Generale ini, UNITABAH terus memperkokoh komitmennya sebagai The Empowerment University



Riski and 7431 orang menyukai Postingan ini.