Asesmen Lapangan PGMI UNITABAH, Momentum Evaluasi dan Penguatan Menuju Program Studi Unggul
Berita UNITABAH--Lamongan, 8 Oktober 2026, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) Lamongan melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) pada Rabu–Kamis, 7–8 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampus UNITABAH ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen menuju peningkatan mutu dan keunggulan Program Studi PGMI.
Kegiatan ini dihadiri dan diikuti oleh pimpinan dan pejabat struktural UNITABAH, ketua yayasan, pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, dosen dan tenaga kependidikan PGMI, serta perwakilan mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan sebagaimana tercantum dalam undangan asesmen.
Dalam sambutannya, Rektor UNITABAH menyampaikan bahwa kampus saat ini berada dalam fase pengembangan setelah beralih status menjadi universitas. Ia berharap proses asesmen menjadi bagian penting dalam perjalanan PGMI menuju kualitas yang lebih baik. “PGMI yang awalnya sudah baik sekali, semoga dari hasil asesmen ini dapat berubah menjadi unggul,” tuturnya.
Ketua Yayasan juga menekankan pentingnya kesempatan tersebut sebagai ruang belajar bersama. Menurutnya, menjadi guru madrasah ibtidaiyah memiliki tantangan tersendiri. Kehadiran asesor selama dua hari diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menggali pengalaman dan masukan demi penguatan PGMI.
Sementara itu, asesor menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan proses evaluasi dan monitoring eksternal yang wajar dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Seluruh capaian yang dimiliki perguruan tinggi perlu disampaikan secara objektif sebagai pijakan untuk pengembangan berkelanjutan.
Asesor lainnya menambahkan bahwa proses asesmen hendaknya menjadi ruang kebersamaan untuk memperkuat langkah ke depan. Tridharma perguruan tinggi menjadi salah satu tolok ukur penting dalam menilai kinerja dosen dan pengelola perguruan tinggi. Dedikasi dan loyalitas sivitas akademika menjadi modal penting dalam membangun mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Pelaksanaan Asesmen Lapangan PGMI UNITABAH berlangsung lancar dan kondusif selama dua hari. Proses asesmen menjadi ruang bagi pengelola program studi dan sivitas akademika untuk menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih sekaligus mendapatkan masukan dari asesor terkait aspek-aspek yang masih perlu diperkuat. Proses ini juga membantu memetakan potensi, kekuatan, serta ruang pengembangan Program Studi PGMI dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola program studi.
Pada sesi penutupan, asesor menyampaikan sejumlah catatan penting sebagai bahan pengembangan PGMI ke depan. Penajaman visi dan misi, khususnya dalam merumuskan keunggulan program studi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan profil lulusan, menjadi salah satu perhatian utama. Roadmap pengembangan juga dinilai perlu diperjelas dalam jangka menengah dan panjang, termasuk roadmap penelitian yang dapat memperkuat kekhasan keilmuan PGMI.
Aspek tata kelola, kualitas dosen dan tenaga kependidikan, sarana-prasarana, serta prestasi mahasiswa juga menjadi bagian dari masukan asesor. Peningkatan kualifikasi dan jabatan akademik dosen, kesesuaian keilmuan dosen dengan mata kuliah yang diampu, penguatan fasilitas pembelajaran, serta peningkatan prestasi akademik dan nonakademik mahasiswa diharapkan dapat semakin memperkuat daya saing dan citra program studi.
Dari sisi lulusan, asesor menyampaikan bahwa berdasarkan wawancara dengan pengguna lulusan, kompetensi kepribadian, sosial, dan literasi digital lulusan PGMI dinilai cukup baik. Namun demikian, pengembangan kemampuan bahasa dan peningkatan kompetensi lulusan tetap perlu diperkuat agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Lebih dari sekadar proses evaluasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bersama bagi sivitas akademika UNITABAH. Berbagai arahan dan pengalaman yang disampaikan asesor diharapkan dapat menjadi bekal bagi pengelola PGMI untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Kebersamaan antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, dan unsur yayasan selama proses asesmen turut memperkuat komitmen bersama untuk membangun budaya mutu di lingkungan program studi.
Rektor UNITABAH menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan oleh kedua asesor. Menurutnya, seluruh catatan tersebut merupakan bekal penting bagi UNITABAH untuk terus berbenah. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Tugas kita bersama adalah terus menata institusi ini. Sudah menjadi universitas, di titik puncak pun tetap harus berbenah,” ungkapnya.

Dengan terlaksananya Asesmen Lapangan ini, PGMI UNITABAH diharapkan semakin siap melangkah menuju pengelolaan program studi yang lebih baik, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Seluruh masukan dari asesor akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk memperkuat kualitas tridharma, tata kelola, sumber daya manusia, mahasiswa, serta lulusan. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar UNITABAH untuk terus bertumbuh dan mewujudkan Program Studi PGMI yang unggul dan berdaya saing.
Luki and 3250 orang menyukai Postingan ini.