Dorong Gadung Naik Kelas, Mahasiswa KKN 05 UNITABAH Gelar Workshop Branding, Pemasaran, dan Sertifikasi Halal di Solokuro
Berita UNITABAH — Guna mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat, Mahasiswa KKN kelompok 05 Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) menggelar Workshop Branding, Pemasaran, dan Sertifikasi Halal Produk Gadung di Balai Desa Solokuro pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema pengembangan potensi lokal ini dihadiri secara antusias oleh 45 peserta yang terdiri dari para pengelola UMKM dan warga setempat.
Pelaksanaan workshop ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi komoditas gadung di Desa Solokuro yang selama ini masih dijual secara mentah dan belum memiliki nilai tambah yang maksimal. Perwakilan dosen pembimbing, Bapak Ahmad Badruttamam, M.H.I., menegaskan pentingnya pengolahan produk agar mampu bersaing dengan komoditas modern.
“Dari beberapa survei dan pemetaan, prioritas teman-teman mahasiswa KKN ini adalah potensi pengelolaan gadung yang ada di Desa Solokuro. Harapannya gadung ini bisa naik kelas, yang awalnya hanya dijual mentah per kilo bagaimana bisa bernilai jual lebih layak dengan hasil yang lebih banyak untuk kesejahteraan para pengelola. Harapannya juga ketika anak-anak KKN ini sudah selesai, program ini tetap berjalan karena itulah keberlanjutan yang bisa ditinggalkan,” ujar Badruttamam.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala Desa Solokuro, Bapak Drs. Lukman Hakim, atas inisiatif para mahasiswa KKN UNITABAH dalam memajukan perekonomian desanya. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya jazakumullahu khairan katsiran kepada adik-adik KKN atas terselenggaranya kegiatan branding, sertifikasi halal, dan pemasaran produk gadung ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan produk gadung mempunyai nilai jual yang tinggi dan UMKM di Desa Solokuro mampu memanfaatkannya dengan baik,” tutur Bapak Lukman Hakim.
Sementara itu, Koordinator Desa KKN kelompok 05, Ahmad Syarif Hidayatullah, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas pengrajin gadung merupakan langkah nyata untuk mengangkat identitas desa. “Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk mengembangkan potensi produk gadung di Desa Solokuro. Gadung bukan sekadar bahan pangan, tetapi memiliki potensi menjadi produk unggulan desa dengan daya saing lebih tinggi. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat, menambah wawasan, dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas serta nilai jual produk,” ungkap Syarif.

Melalui workshop ini, para peserta mendapatkan wawasan komprehensif mengenai strategi penguatan citra Desa Solokuro sebagai pusat produsen gadung, teknik branding agar produk lokal tidak mudah ditiru pesaing, hingga panduan praktis pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal. Pemateri workshop sekaligus dosen Prodi Ekonomi Syariah, Sifwatir Rif'ah, S.E., M.M., dan Nur Sa'idaturrohmah, S.E.I., M.E. menekankan pentingnya jaminan legalitas dan identitas visual bagi produk lokal.
“Produk lokal yang hebat tidak hanya lahir dari cita rasa yang khas, tetapi juga dari kemasan yang menarik dan kepastian legalitas halal. Ketika legalitas seperti NIB dan sertifikat halal sudah dipegang, produk gadung Solokuro tidak lagi sekadar camilan kampung, melainkan produk unggulan yang siap menembus pasar modern dengan rasa percaya diri,” jelas Bu Sifwatir Rif'ah di sela-sela pemaparan materinya.
Ke depan, para pengelola UMKM gadung diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh secara konsisten. Pemerintah desa beserta pihak terkait juga diharapkan hadir memberikan pendampingan berkelanjutan—baik dalam pengurusan izin usaha, pengemasan, hingga perluasan jaringan pemasaran—sehingga komoditas gadung Solokuro terus berkembang dan memberi dampak ekonomi nyata meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah usai.
Ani and 2831 orang menyukai Postingan ini.