IAI TABAH Lamongan Ramaikan Kegiatan One Pesantren One Product (OPOP) di Royal Plaza Surabaya
Berita IAI TABAH--Surabaya, One Pesantren One Product (OPOP) Expo adalah event tahunan dan sudah berjalan selama tujuh tahun. Tahun 2025 ini diadakan di Royal Plaza Surabaya dari tanggal 13-16 November 2025. Ada 24 pondok pesantren se-Jawa timur yang ikut berpartisipasi dalam event tersebut, salah satunya adalah dari Tarbiyatul Tholabah (TABAH) Lamongan dengan mengangkat produk lokal Khas Pantura.
OPOP merupakan program yang diinisiasi pemprov melalui dinas Koperasi dan UKM untuk perekonomian dan kemandirian pesantren yang sudah ada sejak tahun 2019. Dalam event bergengsi tersebut, stan Tarbiyatut Tholabah menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung. Kampus yang dikenal aktif mendorong ekonomi kreatif pesantren ini membawa beragam produk unggulan khas Pantura, di antaranya petis, trasi, ikan teri, ikan asin, keripik ikan, hingga aneka kerupuk hasil olahan laut. Di samping itu ada produk kreatif seperti Batik Wulung Samudra dan busana muslimnya.
Melalui partisipasi ini, Tarbiyatut Tholabah tidak hanya memperkenalkan hasil olahan masyarakat pesisir, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi umat melalui inovasi dan sinergi antara pesantren dan masyarakat lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa mengatakan bahwa "Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu care terhadap ekosistem pesantren. Jadi temen-temen di pesantren itu tidak hanya belajar saja terkait ilmu agama, tapi juga diajarkan ilmu yang lain yaitu ilmu ekonomi, bagaimana bisa memberdayakan semua santrinya, terus ada alumninya".
"Harapan kami, stan ini menjadi inspirasi: bahwa pesantren adalah jangkar pemberdayaan ekonomi umat. Kami mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama melihat produk OPOP sebagai masa depan UMKM Jawa Timur yang berbasis nilai, berbasis pesantren, dan berbasis kualitas.," ujar Ratih Kusuma Ningtias, M.Pd. selaku Dirut Pusat Bisnis Tarbiyatut Tholabah Lamongan.
Expo OPOP Jawa Timur 2025 menjadi wadah strategis bagi lembaga pendidikan, pelaku UMKM, serta pondok pesantren untuk menampilkan karya dan produk unggulan masing-masing. Kehadiran Tarbiyatut Tholabah dalam ajang ini diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran sekaligus menginspirasi pesantren lain untuk terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.
"OPOP Expo ini benar-benar jadi wadah untuk pesantren menunjukkan potensi produknya, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi. Dengan dukungan perbankan syariah (Bank Jatim Syariah, Bank UMKM, dll) seperti dijelaskan di persiapan expo, pesantren bisa mengakses pembiayaan dan literasi finansial. Expo ini memperkuat pesan bahwa pesantren bisa mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.
Luki and 4132 orang menyukai Postingan ini.