UNITABAH
thumb
  • 16 Okt, 2025 01:21 Pagi
  • Berita

IAI TABAH Lamongan Turut Hidupkan Kembali Ilmu Islam Langka di Muktamar Keilmuan UINSA Surabaya

Berita IAI TABAH--Surabaya, 15 Oktober 2025 — Dalam semangat kebangkitan keilmuan Islam klasik, Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan turut ambil bagian aktif dalam kegiatan Muktamar Keilmuan Islam Langka yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Kegiatan bergengsi ini mengangkat empat disiplin ilmu klasik yang kini mulai jarang dikaji di perguruan tinggi, yakni Ilmu ‘Arudh, Ilmu Falak, Ilmu Waris, dan Ilmu Hadis. Bertempat di Amphitheater lantai 3 Gedung Rektorat UINSA, muktamar ini dihadiri oleh seluruh unsur struktural UINSA dan 191 pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.

Sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang berakar kuat pada tradisi pesantren, IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan menunjukkan komitmennya dalam melestarikan ilmu-ilmu Islam klasik yang menjadi warisan keilmuan para ulama. Rektor IAI TABAH hadir dengan semangat kolaboratif, memperkuat jejaring keilmuan antar-PTKIS dan memperluas ruang diskusi akademik.


Acara tersebut menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. sebagai pembicara utama. Dalam orasinya, beliau menegaskan bahwa ilmu-ilmu klasik Islam memiliki posisi strategis dalam menjaga moralitas bangsa. “Ilmu-ilmu langka seperti falak, arudh, waris, dan hadis adalah warisan peradaban Islam yang luar biasa. Jika tidak kita hidupkan kembali, kita akan kehilangan akar intelektual Islam. Pesantren sebagai penjaga moral bangsa harus menjadi pelopor dalam menjaga dan mengajarkan kembali ilmu-ilmu ini,” ujar Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. dalam pidatonya.

Menteri Agama juga memberikan apresiasi kepada seluruh pimpinan PTKIS, termasuk IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan, yang hadir dan aktif berdiskusi. Menurutnya, semangat kolaborasi akademik antara perguruan tinggi dan pesantren menjadi modal besar dalam membangkitkan kembali kejayaan ilmu Islam klasik.

Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur menjelang Hari Santri Nasional 2025.

“Menyongsong Hari Santri harus disemarakkan dengan kegiatan kajian ilmu langka seperti ini. Melalui muktamar ini, kita tidak hanya memperingati jasa para ulama dan santri terdahulu, tetapi juga melanjutkan perjuangan mereka melalui penguatan tradisi keilmuan Islam,” ungkap Prof. Muzakki.

Rektor IAI TABAH Lamongan, Dr. Alimul Muniroh, M.Ed. menegaskan, keterlibatannya dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusional untuk terus menjaga jati diri keilmuan pesantren di tengah arus modernisasi pendidikan tinggi Islam. Ia menilai bahwa kegiatan seperti muktamar ini menjadi ruang refleksi penting agar lembaga-lembaga pendidikan Islam tidak tercerabut dari akar tradisi ulama.

Acara ditutup dengan foto bersama Menteri Agama RI dan seluruh pimpinan PTKIS. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai akhir kegiatan, menandai semangat baru dalam menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam di tanah air.

Dengan partisipasinya dalam Muktamar Keilmuan Islam Langka ini, IAI TABAH menegaskan perannya sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren konsisten menjaga kesinambungan ilmu-ilmu klasik Islam sambil mengembangkan inovasi akademik modern. Melalui kolaborasi dengan UINSA dan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, IAI TABAH siap menjadi bagian penting dalam gerakan nasional kebangkitan ilmu Islam—dari pesantren untuk peradaban dunia.


Tags :

Author

Humas IAI TABAH

#1 Empowering The Society: Excellent and Prestigious.

Partners