UNITABAH
thumb
  • 19 Agt, 2025 08:54 Pagi
  • Berita

LPM IAI TABAH Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE

Berita IAI TABAH--Lamongan, 13–14 Agustus 2025 – Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi dengan menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 13–14 Agustus 2025 ini diikuti oleh tim penyusun dokumen kurikulum dari berbagai program studi, dengan tujuan memperkuat kapasitas akademik dalam merancang kurikulum yang sesuai standar nasional sekaligus menjawab kebutuhan global.

Workshop ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam upaya IAI TABAH untuk menyesuaikan diri dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Model kurikulum OBE sendiri menitikberatkan pada capaian pembelajaran (learning outcomes) yang terukur, sehingga setiap lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan, sikap, dan kompetensi nyata yang dibutuhkan di dunia kerja maupun masyarakat.

Acara workshop diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.00 WIB. Seluruh peserta tampak antusias hadir tepat waktu, menunjukkan semangat yang tinggi untuk mengikuti kegiatan yang dinilai strategis ini. Pada pukul 08.30 WIB, kegiatan resmi dibuka dengan sambutan dari Rektor IAI TABAH, Ibu Alimul Muniroh, M.Ag. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa transformasi kurikulum berbasis OBE merupakan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan dunia pendidikan tinggi. “Kurikulum bukan hanya sekadar dokumen formalitas, melainkan arah perjalanan institusi dalam mencetak generasi masa depan. Melalui pendekatan OBE, kita ingin memastikan bahwa setiap lulusan IAI TABAH benar-benar memiliki kompetensi yang relevan, baik secara akademik, profesional, maupun spiritual. Hal ini juga menjadi langkah strategis agar IAI TABAH mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tutur Alimul Muniroh.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh civitas akademika dalam menyusun kurikulum, agar hasil yang dicapai benar-benar implementatif, bukan sekadar administratif. Sambutan inspiratif ini membuka suasana workshop dengan penuh semangat kebersamaan.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Sesi 1: Paradigma Baru Pendidikan Tinggi dan OBE. Bertindak sebagai narasumber adalah Enny Susiyawati dari Universitas Negeri Surabaya. Narasumber memaparkan pergeseran paradigma pendidikan dari berorientasi pada proses (input–output) menuju orientasi pada capaian (outcome). Peserta diperkenalkan dengan konsep inti OBE, keunggulannya, serta tantangan yang mungkin dihadapi dalam penerapan di perguruan tinggi Islam.

Diskusi pun berlangsung dinamis, dipandu oleh moderator, Akhmad Syah Roni Amanullah, di mana para dosen aktif mengajukan pertanyaan seputar penerapan OBE, khususnya dalam konteks program studi keagamaan dan sosial. Setelah rehat sejenak untuk coffee break, kegiatan berlanjut ke Sesi 2: Kerangka Pengembangan Kurikulum OBE. Narasumber menjelaskan secara rinci tentang Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan bagaimana keduanya harus dirumuskan agar selaras dengan profil lulusan yang diharapkan. Menjelang siang, peserta diarahkan untuk melakukan FGD (Focus Group Discussion) dalam Sesi 3: Penyusunan Profil Lulusan dan Rumusan CPL. Setiap program studi mulai menyusun profil lulusan masing-masing, dengan memperhatikan kebutuhan pasar kerja, perkembangan ilmu, serta nilai-nilai Islam. 

Usai istirahat siang, workshop dilanjutkan ke Sesi 4: Penyusunan Matriks CPL ke CPMK, yang difasilitasi oleh tim pendamping. Dalam sesi ini, para dosen diarahkan untuk menyusun peta hubungan antara capaian pembelajaran lulusan dengan capaian pembelajaran mata kuliah secara terstruktur. Hari pertama ditutup dengan Sesi 5: Diskusi dan Presentasi Awal Hasil Kerja Tim. Setiap kelompok program studi mempresentasikan rancangan awal profil lulusan, CPL, dan matriksnya. Meski masih dalam tahap awal, hasil kerja tim menunjukkan keseriusan peserta dalam merancang kurikulum berbasis OBE.

Hari kedua workshop dimulai pukul 08.00 WIB dengan sesi Review Hari Pertama dan Ice Breaking. Moderator mengajak peserta merefleksikan hasil kegiatan sehari sebelumnya, sekaligus membangun kembali semangat kebersamaan. Pada pukul 08.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Sesi 6: Penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) Berbasis OBE. Narasumber memberikan arahan teknis tentang bagaimana menyusun RPS yang tidak hanya memuat silabus, tetapi juga mencerminkan capaian pembelajaran, metode pengajaran, strategi evaluasi, serta rubrik penilaian yang jelas.

Setelah coffee break, sesi berlanjut ke Sesi 7: Penyusunan Strategi Pembelajaran, Penilaian, dan Rubrik. Materi ini menekankan bahwa implementasi OBE tidak hanya berhenti pada dokumen kurikulum, tetapi harus terwujud dalam proses belajar mengajar. Peserta diminta menyusun strategi pembelajaran aktif (active learning), metode asesmen autentik, serta instrumen penilaian yang objektif dan transparan. Pasca istirahat siang, peserta mengikuti Sesi 8: Review dan Finalisasi Dokumen Kurikulum. Dalam FGD tiap program studi, dosen-dosen menyempurnakan dokumen CPL, CPMK, RPS, serta matriks kurikulum. Hasil finalisasi kemudian dipresentasikan pada Sesi 9: Presentasi Final Setiap Prodi, di mana perwakilan program studi memaparkan dokumen kurikulum yang telah disusun.

Narasumber memberikan tanggapan, masukan, serta evaluasi terhadap setiap presentasi. Beberapa poin penguatan yang disampaikan antara lain pentingnya konsistensi antara profil lulusan, CPL, CPMK, serta RPS; perlunya menyesuaikan kurikulum dengan standar akreditasi; serta pentingnya monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Workshop ini memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Dosen-dosen memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang konsep OBE, sekaligus keterampilan praktis dalam menyusun kurikulum, RPS, strategi pembelajaran, dan asesmen. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kerja sama antar program studi dalam membangun visi akademik yang sama. Workshop ini menjadi bukti nyata bahwa IAI TABAH tidak hanya berfokus pada rutinitas akademik, tetapi juga terus melakukan inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Transformasi kurikulum berbasis OBE menjadi langkah strategis untuk mengantarkan IAI TABAH menuju perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing global. 

Memasuki sesi akhir pada pukul 16.00 WIB, kegiatan workshop ditutup secara resmi. Dalam penutupan, Wakil Rektor I, Bapak Raihan menyampaikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa workshop bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari implementasi nyata. “Workshop telah kita laksanakan, namun karena outcome kita adalah buku kurikulum, maka kita perlu untuk bertemu kembali merumuskan kebutuhan dari layaknya sebuah buku kurikulum. Rencana tindak lanjut ini akan menjadi komitmen kita bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih bermutu dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya. Beliau juga menyampaikan bahwa pihak rektorat akan mengawal implementasi hasil workshop melalui monitoring dan pendampingan. Harapannya, pada tahun akademik mendatang, seluruh program studi di IAI TABAH sudah siap melaksanakan kurikulum berbasis OBE secara penuh.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, yang menjadi penanda berakhirnya kegiatan dengan penuh kebersamaan dan harapan besar untuk masa depan pendidikan di IAI TABAH.


Tags :

Author

Humas IAI TABAH

#1 Empowering The Society: Excellent and Prestigious.

Partners