Pengelola Jurnal Darajat IAI TABAH Lamongan Ikuti Penguatan Kapasitas Jurnal PTKIS Kopertais Wilayah IV
Berita IAI TABAH--Surabaya – Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) melalui Jurnal Pendidikan Agama Islam (Darajat) yang tergabung dalam Pelabuhan Jurnal turut berpartisipasi dalam acara Penguatan Kapasitas Pengelola Jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Kopertais Wilayah IV. Kegiatan ini berlangsung pada Jum’at hingga Sabtu, 29–30 Agustus 2025 di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.
IAI TABAH diwakili oleh Muhammad Nashihin selaku editor in cheif Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam yang hadir bersama para pengelola jurnal PTKIS se-Jawa Timur. Kehadiran beliau menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola jurnal di lingkungan kampus, khususnya dalam mendukung reputasi akademik melalui publikasi ilmiah.

Acara dibuka oleh Koordinator Kopertais Wilayah IV, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA, M.Phil, Ph.D. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa forum ini istimewa, karena bukan forum pimpinan melainkan forum para pengelola jurnal tapi dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., yang memberikan pembinaan terkait arah pengembangan jurnal di lingkungan PTKIS. Beliau menekankan bahwa tema artikel dalam jurnal hendaknya mampu mengintegrasikan ‘ulum al-diniyah, ulum al-insaniyah, dan ulum al-kauniyah agar dapat menjadi wadah integratif keilmuan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, di antaranya Ahmad Hanif Asyhar, M.Si. (UINSA Surabaya) yang membahas strategi optimalisasi skor SINTA bagi dosen dan institusi. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyoroti pentingnya menghindari praktik kejahatan akademik seperti mencantumkan nama penulis yang tidak berkontribusi dalam artikel, atau menuliskan rujukan tanpa dasar yang jelas. Hal tersebut tidak hanya merugikan secara etika, tetapi juga bisa berdampak pada ranah hukum. Beliau menambahkan, jika ada problematika teknis terkait SINTA, dirinya siap membantu mencarikan solusi dengan catatan tetap mengikuti prosedur resmi dari institusi, bahkan dengan santai disampaikan bahwa “asal ada surat resmi dari kampus, kita bisa diskusi sambil ngopi.”

Selain itu, forum juga menghadirkan Dr. Muhammad Anas Maarif, M.Pd. (Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto) yang memberikan inspirasi melalui kisah pribadinya dalam mengelola jurnal. Ia mengisahkan bahwa dirinya dahulu juga pernah menjadi peserta pada forum-forum serupa ketika masih merintis pengelolaan jurnal. Selain memperoleh ilmu, acara seperti ini menurutnya menjadi ajang penting untuk menambah pengalaman dan jejaring. Dari situ, ia terus mengembangkan jurnal yang semula berada di Sinta 3 hingga akhirnya berhasil menjadi Managing Editor Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam yang kini terindeks Scopus Q1. Menariknya, motivasi tersebut justru lahir dari candaan sekaligus “hinaan” kolega yang meremehkan jurnal Sinta 3. Tantangan itu kemudian dijadikan pemicu semangat untuk membuktikan bahwa jurnal dapat berkembang hingga level internasional, sehingga kini Dr. Anas kerap diundang menjadi narasumber dalam forum-forum penguatan kapasitas pengelola jurnal.
Hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai tata kelola rumah jurnal PTKIS serta upaya peningkatan kualitas artikel melalui peer review profesional yang disampaikan oleh Hanif Amrulloh ZA (Universitas Ma’arif Lampung). Dalam kesimpulannya, ia menegaskan bahwa seorang editor harus bersikap mukhlish (tulus ikhlas dalam mengelola jurnal) dan mukhlash (mendapatkan ketulusan dan dukungan dari orang lain). Menurutnya, kualitas jurnal yang baik akan berdampak langsung pada reputasi institusi, sekaligus memberikan pengaruh positif bagi dosen maupun mahasiswa dalam pengembangan akademik serta penguatan kapasitas publikasi ilmiah.
Dari forum ini, lahir sejumlah rekomendasi penting, di antaranya perlunya pedoman resmi pengelolaan jurnal di tingkat kampus, pemberian sertifikat bagi reviewer, evaluasi berkala oleh LPPM, hingga penyediaan ruang khusus untuk pengelolaan jurnal. Selain itu, setiap jurnal diharapkan memiliki tokoh sentral yang dapat menarik penulis dan pembaca baik dari dalam maupun luar negeri.

Dengan keikutsertaan Muhammad Nashihin dalam forum ini, Jurnal Darajat bersama Pelabuhan Jurnal IAI TABAH Lamongan semakin berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola publikasi ilmiah dan berkontribusi pada penguatan reputasi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lara and 7658 orang menyukai Postingan ini.