UNITABAH
thumb
  • 30 Agt, 2026 22:16 Malam
  • Berita

Perkuat Benteng Keluarga, KKN PAR 07 UNITABAH Gelar Parent-Child Character Day Cegah Bullying di Tenggulun

Berita UNITABAH — Dalam upaya mengikis potensi perundungan sejak dini dari lingkungan keluarga, Mahasiswa KKN PAR 07 Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) menyelenggarakan kegiatan Parent-Child Character Day pada Minggu (30/8/2026). Bertempat di Balai Desa Tenggulun, agenda bertajuk "Anak Hebat Keluarga Kuat: Bersama Membangun Karakter Tanpa Bullying" ini diikuti secara antusias oleh 48 peserta yang terdiri dari pasangan ibu dan anak.

Program edukatif ini dirancang untuk membuka wawasan orang tua dan anak mengenai berbagai bentuk perundungan yang kerap tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menggembleng pembentukan karakter anak berbasis rasa empati.


Kehadiran kegiatan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para peserta. Salah satu perwakilan ibu yang hadir mengungkapkan pemahaman baru yang ia peroleh selama sesi materi berlangsung.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena memberikan pemahaman bahwa bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, pemberian julukan yang menyakitkan, pengucilan, maupun perilaku yang dilakukan melalui media sosial,” paparnya di sela-sela acara.


Agenda yang dikemas interaktif ini memberikan dampak emosional yang kuat bagi para peserta. Orang tua dan anak kini lebih peka dalam mengenali perilaku yang berpotensi menjadi perundungan, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun digital. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran akan pentingnya karakter empati, keberanian menghargai perbedaan, serta ketegasan anak untuk berani menolak dan mencari bantuan saat menghadapi perundungan. Suasana haru dan hangat turut tercipta dalam sesi “Cermin Karakterku”, sebuah ajang latihan komunikasi terbuka yang mengajak ibu dan anak untuk saling mengutarakan serta mengapresiasi kelebihan karakter masing-masing.

Semangat dari kegiatan ini terangkum dalam pesan utama materi, yakni “Stop Bullying Dimulai dari Rumah”. Ke depannya, sinergi antara orang tua sebagai pemberi teladan, anak sebagai pemelajar karakter, serta pihak sekolah diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.


Tags :

Author

Humas IAI TABAH

#1 Empowering The Society: Excellent and Prestigious.

Partners