Studium Generale dan Launching Program Magister PAI oleh Direktur Diktis Kemenag RI
Berita IAI TABAH--Sabtu (07/09), Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan gelar kuliah tamu (studium generale) semester gasal tahun akademik 2024/2025. Agenda tahunan ini diadakan di aula Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, dihadiri oleh seluruh civitas academica IAI TABAH mulai dari mahasiswa, tendik, dosen, dan pimpinan. Hadir pula pengasuh dan ketua Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah serta bapak/ibu udangan dari kepala madrasah sekitar.
Kegiatan studium generale ini mengawali perkuliahan khususnya mahasiswa semester satu untuk menyiapkan mental agar nantinya aktif kuliah dan organisasi. Sebagai upaya menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai pendidikan pesantren bagi para mahasiswa melalui Stadium General dengan tema tema "Transformasi Pendidikan Pesantren: Inspirasi Kehidupan Kai untuk Peradaban Global".
"Sebagai kampus di bawah naungan pondok pesantren, IAI TABAH berharap seluruh yang kita lakukan tidak akan tercerabut atau jauh dari nilai-nilai pesantren," ujar rektor IAI TABAH Lamongan Dr. Alimu Muniroh, M.Ed.
"Terimakasih Prof. Zainul Hamdi datang di tengah-tengah kita, Beliau adalah saudara kita asli Lamongan dan alumni pesantren. Mudah-mudahan mahasiswa IAI TABAH dekat dengan kiai dan calon-calon kiai," ucap Ketua Yayasan Drs. H. Fathur Rohman dalam sambutannya.
Studium generale tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selain bertepatan dengan haul KH. Musthofa ke 76 juga diadakan seremoni launching program magister (S2) Pendidikan Agama Islam yang langsung diresmikan oleh Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. Direktur Diktis Dirjen Pendis Kemenag RI.
Selanjutnya Zainul Fuad, M.Pd. selaku moderator memandu jalannya studium general. Pemateri Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. menyampaikan bahwa meneledani kiai dapat dilakukan dengan mengamalkan nasehatnya.
"Saya dilahirkan dari dusun kecil di Lamongan dan didik oleh ayah, seorang kiai kampung yang selalu menanamkan kepada saya untuk mencintai ilmu. Sebagai mahasiswa kuliah harus aktif membaca, belajar, dan diskusi. Sehingga ketika berilmu Allah mengangkat derajat," tutur guru besar bidang Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini.
Menurutnya, sebagai seorang yang tengah menuntut ilmu lakukan yang terbaik di dunia ini dan biarkan Allah yang mengatur hidupmu. Lantas aktivis PMII dan pendiri Jaringan Gusdurian ini memotivasi para mahasiswa sembari menceritakan kisah sukses Soichiro Honda pendiri Honda dan Jack Ma pendiri Alibaba Group.
"Kita kadang tidak pernah tahu titik balik dalam hidup kita, asal kita tekun dan kerja keras dan bersyukur. Mahasiswa sekalian siapkan dirimu, kalau pingin pintar ya belajar, jangan hanya wiridan. Nderes, baca buku yang banyak. Untuk kampus siapkan perpustakaan yang baik, jadikan mahasiswa sebagai para muhibbin terhadap ilmu. Sialkan cek, setelah wisuda mahasiswa ketika pulang membawa gombal (baca: pakaian) atau buku yang dikoleksinya selama kuliah. Saat ini mahasiswa lebih sedih setiap bulan tidak bisa membeli pulsa daripada tidak bisa membeli buku," terang putra kelahiran Lamongan ini.
Pada sesi tanya jawab, Prof. Inung juga menjelaskan bahwa tidak ada kehidupan yang tidak berubah. Transformasi pesantren sudah terjadi sejak lama. Konsep belajar di pesantren "ta'lim muta'alim" tidak mungkin bisa diterapkan. Peran pemahaman digital juga sangat penting di hari ini, jika tidak mengikuti maka akan ketinggalan. Selain itu beliu mengungkap sebuah kunci kesuksesan dalam menuntut ilmu dapat diamalkan QS. Al-Insyiroh, di mana surat ini khusus diturunkan untuk memotivasi. Kunci sukses, dibuktikan cukup dengan satu kali bangkit setelah gagal.
"Adapun bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi jangan sampai organisasi merusak perkuliahan. Organisasi harus mendukung kuliah. Terakhir, kalau kamu tidak mau belajar, tidak peduli kamu anaknya siapa dan dari keluarga kaya atau miskin. Rumusnya sama, tidak belajar maka akan bodoh. Maka, jangan pernah lelah bealajar dan bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu. Semoga kita semua diberikan keberkahan dan keridloan dari Allah SWT," pungkasnya. (nh)
Erna and 6531 orang menyukai Postingan ini.