Torehkan Sejarah, Dosen IAI TABAH Lamongan Belajar Islam Kontemporer di University of California Riverside (UCR) Amerika
Berita IAI TABAH--Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dosen tetap Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan. Moh. Mauluddin, S.Ud., M.Ag., dosen program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir ini berhasil lolos mengikuti program short course di University of California, Riverside (UCR), Amerika Serikat.
Kesempatan emas ini diraihnya setelah melalui tahapan seleksi yang mencakup penilaian akademik, kemampuan bahasa Arab dan Inggris, serta wawancara kitab. Program ini menjadi salah satu keunggulan kuliah jalur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal di Institut PTIQ Jakarta melalui beasiswa yang didanai penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Alhamdulillah, ini menjadi momen bersejarah dalam hidup saya bisa diberi kesempatan belajar di Amerika. Ini juga amanah besar bagi saya untuk membawa nama kampus IAI TABAH Lamongan di kancah internasional,” ungkap Mauluddin, Selasa (23/9/2025).

Gus Maul ̶ biasa ia disapa, mengaku bahwa motivasi terbesarnya mengikuti program ini adalah memperkuat wawasan keulamaan, menambah jaringan internasional sekaligus memaksimalkan kemampuan bahasa internasional. “Belajar Islam di negara yang mayoritas non-muslim adalah tantangan tersendiri. Selain itu, saya ingin menambah relasi dan jaringan internasional untuk menunjang pendidikan dan karier ke depan,” paparnya.
Kegiatan short course ini dilepas langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, M.A. pada tanggal 19 September 2025 di aula VVIP Masjid Istiqlal Jakarta. Dalam pesannya, beliau menekankan agar kesempatan belajar di Negeri Paman Sam ini untuk menjaga citra dan memanfaatkan peluang akademik sebaik mungkin.
“Gunakan waktu di sana untuk mengunjungi setiap perpustakaan, membaca dan memperdalam literatur. Bagi yang ditempatkan di University of California, Riverside, saya berpesan agar bertemu dengan salah satu profesor ahli tafsir di sana. Jangan hanya membaca buku, tetapi bacalah juga budaya Amerika, karena itu akan memperluas perspektif kalian,” pesan Prof. Nasaruddin.

Selain Moh. Mauluddin, program ini juga diikuti oleh sejumlah 18 peserta lainnya yang berasal dari berbagai daerah, terdiri atas 12 mahasiswa program doktor (S3) dan 6 mahasiswa program magister (S2). Selama program, peserta akan mempelajari berbagai aspek terkait kajian Islam kontemporer, penguatan metodologi riset, pengembangan wawasan multikultural, serta peningkatan kemampuan bahasa internasional.
Salah satu kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta adalah kegiatan berupa Cultural Conversation dan Coffee Hours. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi lintas budaya, memperluas wawasan multikultural, serta membangun jejaring akademik internasional yang mendukung pengembangan kajian Islam kontemporer.

Gus Maul yang akan memperdalam bidang riset tentang tafsir Al-Qur’an, Islam Nusantara, dan isu-isu keislaman kontemporer ini juga berpesan kepada civitas akademika IAI TABAH. “Teruslah belajar, jangan pernah berhenti berjuang untuk ilmu. Jangan minder berkompetisi dengan siapapun, karena kesempatan terbuka luas bagi siapa saja yang mau berusaha dan berdoa,” ujarnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa dosen-dosen IAI TABAH Lamongan mampu bersaing di kancah internasional, sekaligus mengharumkan nama institusi di mata dunia. “Semoga kesempatan ini bisa menginspirasi dan menjadi gerbang bagi saya pribadi dan IAI TABAH Lamongan khususnya untuk berani berkiprah di panggung global,” pungkas dosen yang juga mahasiswa program doktoral di PTIQ Jakarta ini.
Erna and 2160 orang menyukai Postingan ini.