Ubah Hama Sawah Jadi Rupiah, Mahasiswa KKN PAR 08 UNITABAH Inisiasi Gerakan "Tututpreneur" di Desa Sugihan
Berita UNITABAH — Mengubah potensi hama pertanian menjadi komoditas ekonomi bernilai tinggi, Mahasiswa KKN PAR 08 Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) Lamongan meluncurkan aksi Tututpreneur melalui kegiatan demo produksi dan pemasaran keripik tutut crispy pada Sabtu (29/8/2026). Mengusung tema “Dari Hama Menjadi Rupiah”, pelatihan yang bertempat di Balai Desa Sugihan ini diikuti secara antusias oleh 20 warga dan pelaku usaha lokal.

Inovasi ini diusung sebagai solusi atas melimpahnya tutut (siput sawah) yang selama ini dianggap sebagai hama perusak tanaman padi. Melalui sentuhan kreativitas mahasiswa, limbah pertanian tersebut diolah menjadi camilan krispi yang gurih, aman dikonsumsi, dan memiliki daya jual tinggi di pasaran.
Kepala Desa Sugihan menyambut hangat dan mengapresiasi penuh terobosan yang dibawa oleh para mahasiswa KKN di wilayahnya. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu perekonomian UMKM rumah tangga di desa kami dan mengedukasi masyarakat mengenai bagaimana cara memanfaatkan hama sawah menjadi rupiah yang menghasilkan,” ujar Kepala Desa Sugihan dalam sambutannya.

Melalui pelatihan ini, warga Desa Sugihan kini memiliki wawasan teknis mengenai proses pembuatan keripik tutut krispi secara higienis, sekaligus memahami prosedur pengurusan izin dan sertifikasi halal agar produk dapat dipasarkan secara luas. Langkah ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru serta menggairahkan sektor UMKM berbasis rumah tangga di Desa Sugihan.
Inovasi resep dan pendampingan dari mahasiswa KKN PAR 08 ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan terus berlanjut secara konsisten. Ke depannya, keripik tutut crispy ini ditargetkan mampu bertransformasi menjadi produk oleh-oleh khas Desa Sugihan yang berdaya saing dan mendongkrak kesejahteraan warga setempat.
Lukman and 7824 orang menyukai Postingan ini.