UNITABAH Lamongan Turut Warnai Studium Generale dan Launching Pusat Riset Pesantren Jawa Timur
Berita UNITABAH--Surabaya, 10 September 2026 — Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) menjadi salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang terpilih dalam program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Sebanyak 20 mahasiswa penerima beasiswa dan 2 dosen pendamping UNITABAH turut menghadiri Studium Generale Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemprov Jawa Timur yang diselenggarakan di Gedung Islamic Centre Jawa Timur, Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus
dirangkaikan dengan Launching Pusat Riset Pesantren Jawa Timur oleh Gubernur
Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Program beasiswa ini diberikan kepada
mahasiswa/mahasantri pada jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3)
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, serta Marhalah Ula (M1) dan Marhalah Tsaniyah
(M2) Ma’had Aly.
Dalam laporannya, Ketua LPPD Jawa Timur menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat 1.100 mahasiswa penerima beasiswa, dengan 1.010 mahasiswa telah menuntaskan program. Produktivitas akademik para penerima beasiswa juga terus berkembang, salah satunya ditunjukkan melalui lahirnya sekitar 170 karya ilmiah mahasiswa program doktor angkatan 2022–2025.
Pengembangan riset pesantren menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Pesantren didorong untuk tidak lagi hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi subjek yang menghasilkan pengetahuan dan riset. Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pengembangan kajian pesantren, terlebih dengan adanya regulasi daerah tentang pesantren. Hal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kajian-kajian yang lebih kuat dan berkelanjutan mengenai pesantren di Jawa Timur.
Dalam sesi Studium
Generale, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan
pentingnya pendidikan, penguatan keilmuan, dan riset dalam mendukung percepatan
Indonesia maju. Jawa Timur, menurutnya, memiliki peran penting dalam membangun
peradaban Islam wasathiyah yang moderat, damai, dan menghadirkan wajah Islam
yang teduh.
Khofifah juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir. Para mahasiswa diharapkan tidak hanya kembali dengan membawa gelar akademik, tetapi juga membawa kedalaman ilmu, tradisi keilmuan, dan keteladanan Al-Azhar. Penguatan sanad keilmuan dan tradisi turats menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan keilmuan Islam.
Selain penguatan keilmuan keislaman, Pemprov Jawa Timur juga mendorong pengembangan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan Advanced Cyber Security, yang direncanakan memasuki tahap soft launching pada 3 Oktober 2026.
Menutup penyampaiannya, Khofifah berpesan agar pengembangan keilmuan yang dilakukan oleh generasi muda tetap menghadirkan kemaslahatan dan kedamaian. Ilmu pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki hendaknya tidak menjadi sumber kecemasan bagi dunia, tetapi justru memberikan solusi dan menghadirkan wajah Islam yang teduh. "Hadirlah dengan wajah yang teduh,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan kepada para mahasiswa dan mahasantri.
Keikutsertaan UNITABAH dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas mahasiswa, penguatan tradisi keilmuan, serta pengembangan riset pesantren. Diharapkan para penerima beasiswa mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kompetensi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, Jawa Timur, dan Indonesia.
Zahra and 4049 orang menyukai Postingan ini.