UNITABAH
thumb
  • 02 Sep, 2025 02:50 Pagi
  • Berita

Usung Semangat Sinergi dan Learning by Doing, KKN PAR IAI TABAH Lamongan Tahun 2025 Resmi Ditutup di Dua Kecamatan

Berita IAI TABAH — Menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat, Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan menggelar acara penutupan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PAR) Tahun 2025 secara serentak pada Selasa (2/9/2025). Acara seremonial ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni Pendopo Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, dan Pendopo Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Selama kurang lebih satu bulan penuh (31 hari), para mahasiswa KKN IAI TABAH telah melebur bersama warga di berbagai desa di dua kecamatan tersebut. Mereka merealisasikan berbagai program kerja yang menyasar bidang-bidang krusial, mulai dari pendidikan, ekonomi, pertanian, hingga kesehatan lingkungan.

Di Pendopo Kecamatan Brondong, acara penutupan dihadiri langsung oleh Camat Brondong, Bu Nurul Humaidah, SH, MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa KKN bukan sekadar syarat kelulusan akademis, melainkan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan secara langsung di lapangan. Beliau juga berpesan agar mahasiswa tetap menjaga silaturahmi dan menindaklanjuti program yang sudah dirintis di desa.

“Kalian patut berterima kasih kepada masyarakat, yang menjadi guru di lapangan. Melalui KKN, mahasiswa dapat mempraktikkan langsung apa yang telah didapat selama di bangku perkuliahan. KKN ini wajib bagi mahasiswa, sehingga harus dilakukan sebagai syarat kelulusan,” tutur Nurul Humaidah. Beliau juga menegaskan agar mahasiswa tetap ‘sambang’ (berkunjung) ke desa pengabdian meski KKN telah usai.

Senada dengan hal tersebut, Bu Sifwatir Rif'ah, M.E., perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAI TABAH, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak kecamatan dan desa yang telah menerima serta mendampingi mahasiswa selama KKN berlangsung. Beliau juga berharap program-program yang telah dicanangkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pihak desa.

“Terima kasih kepada pihak kecamatan dan desa yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama KKN. Mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Program-program yang telah dicanangkan oleh mahasiswa harap tetap dilaksanakan, dan melalui LPPM IAI TABAH siap terus bersinergi. Terutama kegiatan parenting, di bawah LPPM ada unit PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak), ke depan kami siap melaksanakan kegiatan bersama nantinya,” papar Sifwatir Rif'ah.


Sementara itu, suasana penutupan KKN-PAR IAI TABAH di Pendopo Kecamatan Palang berlangsung dengan khidmat. Acara ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), empat kepala desa tempat KKN (Desa Kradenan, Cendoro, Leran Wetan, Leran Kulon), perwakilan Danramil, perwakilan Kapolsek, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Palang beserta staf, dan Ibu Titik selaku staf kecamatan.

Dalam sambutannya, Bapak Mubarok Ahmadi, M.I.Kom selaku Ketua LPPM IAI TABAH menegaskan kembali hakikat utama KKN sebagai ajang mempraktikkan teori melalui pendekatan learning by doing. Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga peka terhadap permasalahan di masyarakat dan mampu menawarkan solusi nyata dalam bentuk program kerja. Beliau juga menyoroti pentingnya KKN sebagai sarana belajar beradaptasi di lingkungan yang berbeda-beda bagi mahasiswa.

“KKN ini adalah kesempatan belajar yang krusial bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan adaptasi mereka, yang merupakan keterampilan penting bagi kebutuhan dan tantangan di masa depan,” jelas Mubarok Ahmadi. Beliau pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak di Kecamatan Palang yang telah mendukung penuh kegiatan KKN, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan peserta KKN selama masa pengabdian.

Merespons paparan tersebut, Sekcam Palang memberikan pesan yang berharga bagi pelaksanaan KKN di masa mendatang. Beliau menyarankan agar cakupan lokasi KKN di Kecamatan Palang dapat diperluas ke seluruh desa, mengingat banyak desa lain yang juga ingin menjadi lokasi KKN. Selain itu, beliau juga berpesan agar mahasiswa dalam menyikapi keadaan Indonesia saat ini tidak terlibat dalam aksi demonstrasi.

“Sebagai mahasiswa yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, mahasiswa diminta untuk menjaga sikap yang baik, tetap fokus pada sisi positif situasi bangsa, serta terus bersemangat dalam belajar,” pungkas Sekcam Palang.

Dengan berakhirnya KKN-PAR IAI TABAH Tahun 2025 di Kecamatan Brondong dan Palang, acara penutupan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen pengabdian, pengembangan kapasitas diri, serta pembelajaran sosial yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat secara berkelanjutan.

 


Tags :

Author

Humas IAI TABAH

#1 Empowering The Society: Excellent and Prestigious.

Partners