Akselerasi Desa Mandiri dan Kiprah Internasional: KKN PAR UNITABAH 2026 Tutup dengan Segudang Inovasi di Solokuro dan Selangor
Berita UNITABAH--Solokuro, 3 September 2026 – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PAR) UNITABAH Tahun 2026 resmi ditutup pada hari ini. Bertempat di Kecamatan Solokuro, acara penutupan berlangsung khidmat dan menjadi puncak dari rangkaian pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung selama beberapa pekan.
Tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi UNITABAH. Setelah resmi bertransformasi dari institut menjadi universitas, UNITABAH menunjukkan komitmennya dengan melaksanakan program KKN PAR tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga internasional. Sebanyak 105 mahasiswa diterjunkan ke 10 desa di Kecamatan Solokuro, sementara sebagian lainnya menjalankan pengabdian di Selangor, Malaysia. Mengusung tema besar "Akselerasi Desa Mandiri dan Responsif: Optimalisasi Potensi Lokal Berbasis Partisipasi Masyarakat," kegiatan ini dihadiri oleh seluruh DPL, Panitia KKN PAR, LPPM UNITABAH, Camat Solokuro, para kepala desa, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

Dalam sambutannya, LPPM UNITABAH, Ibu Wardatul Karomah, M.A. menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas dukungan penuh dari seluruh pihak, terutama masyarakat Kecamatan Solokuro yang dinilai sangat antusias dan terbuka dalam menerima kehadiran para mahasiswa. Beliau berharap, meskipun masa pengabdian telah usai, semangat kolaborasi dan hasil-hasil program yang telah dijalankan dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu agenda utama dalam penutupan ini adalah pemaparan capaian aksi dari sepuluh desa/dusun lokasi KKN. Setiap desa menunjukkan inovasi yang beragam, mulai dari penguatan ekonomi kreatif hingga solusi lingkungan.
Di Desa Dagan, mahasiswa fokus pada pengendalian hama ramah lingkungan melalui pembuatan rumah burung hantu, serta mengangkat potensi buah nangka dengan workshop pembuatan selai nangka. Sementara itu, Desa Bluri bergerak di bidang ketahanan pangan dan digitalisasi dengan mengadakan workshop pembuatan tepung mocaf dari singkong dan merancang e-commerce untuk pemasaran produk.
Di Desa Banyubang, pendampingan UMKM menjadi prioritas melalui bantuan pendaftaran NIB dan sertifikasi halal. Inovasi lainnya meliputi pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, serta edukasi kesehatan dan keagamaan. Desa Petiyin mengusung kepedulian lingkungan dengan seminar kebersihan dan penyediaan tempat sampah, ditambah pembuatan karcis retribusi pasar kambing yang tertib.
Desa Solokuro menonjol dengan program branding dan sertifikasi halal untuk produk gadung, serta aksi tebar 10.000 benih ikan di Embong desa. Di Dusun Bango, mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan alat penabur pupuk, puding kelor, hingga sosialisasi bullying dan pemasangan kaca cembung di titik rawan.
Desa Tenggulun menyasar penguatan karakter anak dan remaja melalui seminar character building dan parent child character day, serta pemberian tong sampah. Desa Sugihan mengolah hama keong sawah menjadi produk UMKM, menggelar lomba Agustusan, serta menghidupkan gerakan literasi dengan pengadaan perpustakaan desa.
Di Desa Tebluru, inovasi lingkungan dan teknologi berjalan beriringan dengan workshop pengelolaan sampah, pembuatan kompos, serta peluncuran website desa. Selain itu, lomba karaoke berantai dan penyediaan bank sampah turut memeriahkan program. Terakhir, Dusun Simanraya menguatkan fondasi keluarga dan remaja melalui seminar parenting dan character building, serta pembuatan plang nama gang dan peta wilayah untuk tertib administrasi.
Tak kalah menarik, program KKN PAR Internasional yang berlangsung di Selangor, Malaysia, turut menjadi sorotan. Mahasiswa yang diterjunkan ke negeri jiran ini melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian yang dirancang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat lokal sekaligus melatih mahasiswa agar memiliki kompetensi global. Keberadaan mahasiswa UNITABAH di Malaysia juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia melalui kerja sama di bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Program ini mencakup Pendampingan penyusunan RPS dan Digitalisasi administrasi menggunakan Excel. Pengalaman ini membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana menghadapi tantangan dan mengelola potensi yang dimiliki di tengah masyarakat multikultural.

Menutup rangkaian acara, Camat Solokuro, Bapak Tri Mukti Agung Wijayanto, S.E. menyampaikan harapan besar agar dedikasi dan karya nyata mahasiswa KKN PAR UNITABAH dapat memberikan manfaat jangka panjang dan berkesinambungan bagi masyarakat. Beliau menegaskan bahwa Kecamatan Solokuro menyimpan banyak potensi yang terus berkembang, dan inovasi-inovasi yang telah dirintis harus dijaga serta dikelola dengan baik oleh seluruh elemen desa.
Acara penutupan ini menjadi simbol bahwa setiap aksi kecil yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh mampu menjadi langkah besar dalam mewujudkan desa yang mandiri, responsif, dan berdaya saing. Selamat kepada seluruh peserta KKN PAR UNITABAH 2026, semangat pengabdian tidak berhenti di sini!
Andini and 5389 orang menyukai Postingan ini.