Ubah Sampah Jadi Sarana Belajar, KKN PAR 04 UNITABAH Gelar Workshop APE dari Barang Bekas di Dusun Petiyin
Berita UNITABAH — Guna mendorong kreativitas tenaga pendidik anak usia dini dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif dan ramah lingkungan, Mahasiswa KKN PAR Kelompok 04 Universitas Tarbiyatut Tholabah (UNITABAH) Lamongan menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Alat Permainan Edukatif (APE) pada 23 Agustus 2026. Mengusung tema "Kreasi Bekas, Edukasi Berkualitas", kegiatan ini berlangsung di Balai Dusun Petiyin.
Workshop ini fokus pada pembekalan keterampilan praktis bagi guru-guru PAUD untuk menyulap limbah rumah tangga menjadi sarana bermain seraya belajar yang menarik bagi anak-anak. Hal ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan media ajar sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini.
Hadir sebagai peserta, para guru dari TK Darul Ulum dan SPS Dahlia Dusun Petiyin memberikan respons yang sangat positif atas inisiatif mahasiswa KKN PAR 04 ini.
"Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini karena memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi kami sebagai guru PAUD. Sebelumnya, kami belum mengetahui bahwa barang-barang sederhana seperti botol plastik, kardus, tutup botol, dan bahan bekas lainnya dapat dikreasikan menjadi berbagai macam permainan yang menarik dan bermanfaat bagi anak. Barang bekas tidak hanya dibuang begitu saja, tetapi dapat diolah mendukung proses pembelajaran anak," urai Ibu Musfiroh, Guru TK Darul Ulum.

Senada dengan hal tersebut, Bu Juawa, rekan sejawat dari TK Darul Ulum, menimpali bahwa kegiatan ini memantik kreativitas guru untuk menyediakan media belajar yang variatif tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Hal serupa disampaikan Bu Us dari SPS Dahlia yang berterima kasih atas bekal ilmu berharga yang diberikan secara gratis kepada para pendidik.
Pelaksanaan workshop ini membuahkan hasil nyata. Para peserta kini memiliki kreativitas dan keterampilan yang meningkat dalam mengolah barang bekas menjadi berbagai bentuk APE yang menarik, seperti pesawat dari botol bekas, kendaraan, dan permainan edukatif lainnya. Kesadaran akan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan lingkungan pun semakin tertanam di kalangan guru, yang diharapkan dapat diteruskan sebagai pembiasaan positif kepada anak didik.
Melalui kegiatan ini, suasana pembelajaran di PAUD diharapkan menjadi lebih kreatif, menarik, dan menyenangkan dengan pemanfaatan APE hasil kreasi mandiri. Para guru berharap pelatihan semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan dengan dukungan dari pihak desa maupun lembaga terkait, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pendidik secara gratis.

Miranda and 6695 orang menyukai Postingan ini.